Wednesday, January 23, 2019

mau kemana kapal ini kita bawa

tangan tangan halus menarik kemudi ini ke kiri ke kanan
tidakkah kau lihat itu
kadang kanan
kadang kiri
kadang lurus sesekali
tidakkah kau lihat kapal ini terombang ambing
berlayar tak juga sampai
bergoyang membingungkan
pegang erat kemudi
badai kan datang
ia kan berputar kencang
ke kanan
ke kiri
pegang erat kemudi
ia kan berputar hebat
ke kanan
ke kiri
tanamkan cinta tertinggi tuk pondasi
sebab lawan cinta bukanlah benci
melainkan tidak peduli

Jakarta, 23 Januari 2019 

Thursday, April 19, 2018

Berhusnuzon

Malam ini akhirnya bisa 'bernafas' setelah berkejaran dari satu urusan ke urusan lainnya dua harian ini. Malam dimana bisa rehat sejenak dan berfikir menepi mengevaluasi.
Malam ini tetiba saya ingat seorang ustad di sepotong malam selepas isya 16 tahunan lalu di Bandar Lampung yang memberi sebuah nasihat berharga. Ia sebetulnya diundang reunian malam itu dengan teman-teman seangkatannya, lalu ndilalah hanya ia yang datang. Menariknya tak ada raut kecewa pada wajahnya, tidak ada yang sia-sia dalam setiap langkahnya.
"Kalau terbersit sebuah prasangka buruk dalam hatimu, lapisi dengan sebuah prasangka baik, jika muncul lagi prasangka buruk lainnya, lapisi lagi dengan prasangka baik lagi, demikian seterusnya, jika ada 100 prasangka buruk, hadirkan pula segera 100 prasangka baik," demikian nasihatnya yang masih terngiang hingga kini, malam ini khususnya.

Maka begitulah, hidup kita akan ringan jika terbiasa berprasangka baik. Saya selalu terkesan dengan kisah-kisah orang masa lalu. Seperti misalnya seorang sahabat di masa nabi yang diceritakan akan menjadi penghuni surga, yang ternyata biasa-biasa saja. Namun kemudian dalam kebingungan karena diceritakan nabi bahwa ia akan maksud surga,  akhirnya ia mengaku ada sebuah  kebiasaan yang selalu dilakukannya tiap malam. kebiasaan itu adalah bahwa sebelum tidur, ia selalu memaafkan orang-orang yang telah menyakitinya baik sengaja ataupun tidak. Amalan itulah yang menuntunnya menunggu surga. Jadi begitulah, belajarlah untuk selalu berberprasangka baik dan memaafkan,  Saya tidak bilang ini mudah, maka berusahalah.  

Ngantuk pemirsa, saya sudahi dulu.

Wahid Hasyim, Ashley 224, 20 April 2018